Bahlil menilai pengembangan energi terbarukan, termasuk panas bumi, menjadi salah satu solusi strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil, terutama energi yang masih harus didatangkan dari luar negeri.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia dalam sambutannya pada acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta menyampaikan bahwa Pemerintah berkomitmen mendorong terobosan energi bersih, salah satunya panas bumi guna meminimalisir ketergantungan pada energi fosil impor.
Baca Juga:
PLN Tuntaskan Pemulihan Listrik Flores Pascagempa M7,7, Seluruh Pelanggan Kembali Terlayani
"Atas dasar pemikiran itu, Bapak Presiden Prabowo memerintahkan untuk segera mencari terobosan-terobosan alternatif dalam rangka mendorong kedaulatan energi kita. Tidak ada cara lain selain melakukan percepatan implementasi geotermal supaya bisa menjadi listrik ataupun menjadi yang lain. Harus ada kolaborasi antara pengusaha dan regulator," ujar Bahlil.
Indonesia Punya Potensi Panas Bumi Besar
Ketua Umum Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) Julfi Hadi turut menyoroti besarnya peluang Indonesia dalam mengembangkan energi panas bumi.
Baca Juga:
PLN Kawal Keandalan Listrik di Seluruh Indonesia Saat Upacara HUT ke-81 RI
Momentum satu abad eksplorasi panas bumi di Indonesia dinilai harus menjadi pemicu untuk melakukan percepatan dan lompatan dalam pengembangan sektor tersebut.
Julfi juga menyatakan dukungannya terhadap target pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama, bahkan pemimpin dunia dalam pemanfaatan energi panas bumi.
"Indonesia mempunyai local resources, mempunyai indigenous resources, yaitu panas bumi yang terbesar di dunia. Energi panas bumi mempunyai karakteristik spesial bisa menjadi base load yang andal. Satu-satunya base load renewable yang ada pada saat ini juga terbarukan, bersih dan terbentang luas dari Sabang sampai Merauke. Kunci mutlak menuju (Visi Panas Bumi) 30.1 adalah kolaborasi," kata Julfi.