Menurutnya, panas bumi memiliki keunggulan karena mampu menghasilkan listrik secara stabil sebagai pembangkit beban dasar atau base load.
Karakteristik tersebut membuat energi panas bumi memiliki posisi penting dalam mendukung sistem kelistrikan nasional, terutama ketika Indonesia secara bertahap meningkatkan porsi EBT.
Baca Juga:
PLN Tuntaskan Pemulihan Listrik Flores Pascagempa M7,7, Seluruh Pelanggan Kembali Terlayani
Untuk mencapai ambisi tersebut, sinergi antara pemerintah, PLN, pengembang swasta, investor, regulator, serta berbagai pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor yang sangat menentukan.
Melalui Visi Panas Bumi 30.1, pemerintah memiliki sasaran strategis untuk mendorong Indonesia menjadi produsen energi panas bumi nomor satu di dunia pada 2030.
PLN Siapkan Penambahan Kapasitas 5,1 GW
Baca Juga:
PLN Kawal Keandalan Listrik di Seluruh Indonesia Saat Upacara HUT ke-81 RI
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan perusahaan siap menjalankan kebijakan pemerintah dalam mempercepat pengembangan energi terbarukan.
Panas bumi menjadi salah satu sektor yang mendapatkan perhatian karena Indonesia memiliki potensi sumber daya yang diperkirakan mencapai 23,2 GW.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi (tengah) berfoto bersama Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kiri) sesaat setelah menyerahkan secara simbolis Surat Keputusan Izin Panas Bumi (SK IPB) untuk Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran kepada PLN pada Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition 2026 di Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, PLN juga menandatangani Letter of Intent proyek-proyek kerja sama pengembangan panas bumi dengan beberapa mitra.