Selain itu, PLN menandatangani Deklarasi Kemitraan Strategis Pengembangan Panas Bumi bersama sejumlah mitra untuk mengembangkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dengan total kapasitas hingga 453 megawatt (MW).
Kerja sama juga diperluas oleh PLN Group melalui PLN Indonesia Power bersama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk.
Baca Juga:
PLN Tuntaskan Pemulihan Listrik Flores Pascagempa M7,7, Seluruh Pelanggan Kembali Terlayani
Kedua pihak menandatangani Letter of Intent (LoI) terkait kerja sama pembelian tenaga listrik yang berasal dari pengembangan proyek panas bumi Lahendong Binary (Bottoming) Unit 15 MW di Sulawesi Utara dan Ulubelu Binary (Bottoming) Unit 30 MW di Lampung.
Pengembangan teknologi binary atau bottoming tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya panas bumi yang tersedia sehingga potensi energi yang sebelumnya belum termanfaatkan secara maksimal dapat dikonversi menjadi tambahan pasokan listrik.
Darmawan menegaskan, PLN akan terus mendorong kolaborasi untuk mempercepat pengembangan panas bumi di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga:
PLN Kawal Keandalan Listrik di Seluruh Indonesia Saat Upacara HUT ke-81 RI
Menurutnya, optimalisasi energi panas bumi bukan hanya berkaitan dengan penambahan kapasitas pembangkit, tetapi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
”Dengan dukungan Pemerintah dan kolaborasi para mitra, PLN siap mengakselerasi pengembangan panas bumi. Ke depan, panas bumi tidak hanya memperkuat pasokan listrik baseload yang andal, tetapi juga sekaligus mendukung swasembada energi, ketahanan energi, dan percepatan transisi energi nasional," pungkas Darmawan (Seremoadver).
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.