"Indonesia memiliki peluang emas untuk membawa kekayaan panas bumi menjadi pemimpin energi dunia. Sesuai arahan Pemerintah melalui RUPTL 2025-2034, dari kapasitas 2,8 GW saat ini, ke depan kami akan mendorong penambahan kapasitas sebesar 5,1 GW atau melompat menjadi total 7,9 GW pada 2033 sekaligus berpotensi menjadi yang terbesar di dunia,” tegas Darmawan.
Darmawan menjelaskan, peningkatan kapasitas tersebut akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan peta jalan RUPTL 2025–2034.
Baca Juga:
PLN Tuntaskan Pemulihan Listrik Flores Pascagempa M7,7, Seluruh Pelanggan Kembali Terlayani
Secara keseluruhan, terdapat 110 proyek yang masuk dalam rencana pengembangan panas bumi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 unit dengan total kapasitas sekitar 0,6 GW akan dikembangkan oleh PLN.
Sementara itu, 85 unit lainnya akan dikembangkan melalui Independent Power Producer (IPP) dengan total kapasitas mencapai 4,5 GW.
Baca Juga:
PLN Kawal Keandalan Listrik di Seluruh Indonesia Saat Upacara HUT ke-81 RI
Skema tersebut menunjukkan bahwa pengembangan panas bumi nasional tidak hanya mengandalkan kemampuan PLN, tetapi juga membutuhkan keterlibatan investasi dan kapasitas teknis dari badan usaha lainnya.
PLN Buka Kolaborasi melalui GEECA dan SECA
Untuk mempercepat realisasi proyek, PLN juga membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan para mitra melalui sejumlah skema pengembangan.