Di antaranya Geothermal Exploration & Energy Conversion Agreement (GEECA) untuk Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) PLN serta Steam Sales & Energy Conversion Agreement (SECA) untuk WKP non-PLN.
Dari total rencana 79 proyek yang terdiri atas 45 proyek GEECA dan 34 proyek SECA, PLN memproyeksikan adanya tambahan kapasitas pembangkit panas bumi hingga 3,1 GW.
Baca Juga:
PLN Tuntaskan Pemulihan Listrik Flores Pascagempa M7,7, Seluruh Pelanggan Kembali Terlayani
Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang investasi baru sekaligus mempercepat proses eksplorasi, pengembangan lapangan, hingga pemanfaatan sumber daya panas bumi menjadi energi listrik.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman (tengah) mendengarkan pemaparan dari Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kiri) terkait rencana pengembangan panas bumi di Indonesia di booth PLN pada acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition 2026, Jakarta. PLN siap mengakselerasi pengembangan energi panas bumi nasional dengan menargetkan peningkatan kapasitas terpasang dari 2,8 GW menjadi 7,9 GW pada 2033 sekaligus menuju yang terbesar di dunia.
“PLN membuka kolaborasi seluas-luasnya bagi para mitra melalui skema GEECA dan SECA. Lewat kolaborasi yang fairness ini, diharapkan dapat mengakselerasi pengembangan panas bumi, sebagai salah satu energi baru terbarukan domestik,” ucap Darmawan.
Baca Juga:
PLN Kawal Keandalan Listrik di Seluruh Indonesia Saat Upacara HUT ke-81 RI
Perkuat Kerja Sama Pengembangan Proyek
IIGCE 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam pengembangan EBT nasional.
Dalam kegiatan tersebut, Kementerian ESDM secara simbolis menyerahkan Surat Keputusan Izin Panas Bumi (SK IPB) untuk Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran kepada PLN.