Direktur Utama PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan bagian dari transformasi perusahaan yang terus memperluas ekspansi bisnis di tingkat global.
Para personel PLN Group bersama Tim Tenaga Switchgear (TSG) dan Tenaga Nasional Berhad (TNB) ketika menandai penyelesaian pekerjaan Substation 132 kV Tunjung, Kelantan yang menjadi bagian dari The East Coast Rail Link (ECRL).
Baca Juga:
PLN dan Kemendag Resmikan SPKLU Ultra Fast Charging, Dukung Percepatan Ekosistem Kendaraan Listrik
"Keberhasilan ini menjadi pijakan strategis bagi PLN Group untuk terus memperluas proses bisnis di level internasional. Dengan kompetensi teknis dan pengalaman di bidang kelistrikan yang dimiliki, kami yakin mampu menyelesaikan proyek sesuai standar internasional sekaligus mengharumkan nama bangsa di level dunia," jelasnya.
Dalam proyek elektrifikasi ECRL ini, PLN Group tergabung dalam konsorsium Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC). PLN Nusantara Power bertanggung jawab pada pengadaan peralatan utama, sementara PLN Nusantara Power Construction menangani pengadaan peralatan pendukung sekaligus melaksanakan pekerjaan konstruksi hingga tahap komisioning.
Secara teknis, PLN Group mengerjakan empat dari total sepuluh Feeder Station yang terdapat dalam proyek ECRL, yaitu FS1, FS2, FS9, dan FS10. Proyek ini mulai dikerjakan pada Juni 2024 dan ditargetkan selesai secara keseluruhan pada Juni 2026.
Baca Juga:
Jakarta Electric PLN Mobile Tutup Babak Reguler Proliga 2026 dengan Kemenangan Sempurna, Lolos ke Final Four
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah menyampaikan bahwa keberhasilan menyelesaikan proyek lebih cepat dari target merupakan bukti nyata kapabilitas perusahaan Indonesia dalam menjalankan proyek berskala internasional.
"Penyelesaian lebih cepat dari target menjadi bukti bahwa perusahaan Indonesia mampu bersaing dan dipercaya dalam proyek strategis lintas negara. Ini bukan hanya pencapaian bisnis, tetapi juga kebanggaan nasional," ujar Ruly.
Direktur Utama PLN Nusantara Power Construction, Djarot Hutabri, menambahkan bahwa PLN NPC telah memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di sektor pembangkitan dan transmisi listrik.