“Karena Indonesia ini negara besar, kita butuh koperasi, kita butuh UMKM, kita butuh swasta, kita butuh BUMN, BUMD,” kata Prabowo.
Tohom menilai gagasan Indonesia Incorporated harus dibangun melalui pembagian peran yang sehat dan bukan melalui dominasi salah satu kelompok usaha.
Baca Juga:
Pegunungan Papua Simpan Harta Karun Raksasa, BRIN dan TNI Temukan Cadangan Emas
“BUMN tidak boleh mematikan swasta, swasta tidak boleh menguasai kebijakan negara, dan koperasi serta UMKM tidak boleh hanya menjadi pelengkap dalam pembangunan ekonomi,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi seluruh pelaku ekonomi dapat memperkuat rantai pasok nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta meningkatkan kemampuan industri dalam negeri.
“Indonesia Incorporated harus menghasilkan ekosistem ekonomi yang saling memperkuat, memiliki tujuan nasional yang sama, dan mampu membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Baca Juga:
Aspirasi Warga Termasuk dari TikTok, Prabowo Pastikan Akan Ditindaklanjuti
MARTABAT Prabowo-Gibran berharap reformasi BUMN dijalankan secara konsisten agar perusahaan negara menjadi lebih sehat, profesional, transparan, dan mampu menjadi lokomotif pembangunan nasional.
“Keberhasilan reformasi BUMN akan menjadi salah satu ukuran apakah kekayaan negara benar-benar dikelola untuk kemakmuran rakyat atau kembali terjebak dalam kepentingan sempit,” kata Tohom.
[Redaktur: Sandy]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.