Prabowo juga menyampaikan bahwa pemerintah telah mengonsolidasikan aset-aset BUMN melalui Danantara yang dibentuk pada 2025 dan membawahi aset negara bernilai sekitar US$1 triliun.
“Kita sekarang adalah dana kedaulatan mungkin kelima atau keenam terbesar di dunia,” ujar Prabowo.
Baca Juga:
Pegunungan Papua Simpan Harta Karun Raksasa, BRIN dan TNI Temukan Cadangan Emas
Tohom memandang Danantara dapat menjadi instrumen penting untuk meningkatkan nilai aset negara apabila dikelola secara profesional, transparan, dan diawasi dengan standar yang ketat.
“Besarnya aset yang dikelola Danantara merupakan kekuatan ekonomi nasional, tetapi besarnya kekuatan itu juga harus diikuti sistem pengawasan yang mampu mencegah konflik kepentingan, intervensi politik, dan pengambilan keputusan yang tidak terukur,” ucapnya.
Ia mengatakan ukuran keberhasilan Danantara bukan hanya terletak pada besarnya nilai aset, melainkan juga pada kemampuan menghasilkan keuntungan, memperkuat industri nasional, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Baca Juga:
Aspirasi Warga Termasuk dari TikTok, Prabowo Pastikan Akan Ditindaklanjuti
“Danantara harus menjadi mesin pencipta nilai dan bukan hanya tempat memindahkan kepemilikan aset dari satu struktur ke struktur lainnya,” kata Tohom.
Presiden juga meminta para pelaku korupsi menghentikan praktik yang merusak tata kelola BUMN karena masyarakat semakin memahami bagaimana aset negara dikelola.
“Hentikan praktik-praktik kau, hentikan. Rakyat tidak bodoh,” ujar Prabowo.