WAHANANEWS.CO - Inspeksi mendadak Menteri Keuangan ke sebuah pabrik baja di Tangerang membuka dugaan praktik penggelapan pajak ratusan miliar rupiah yang disertai klaim berani menyuap pejabat negara.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan sidak ke perusahaan baja asal China, PT Power Steel Mandiri (PSM), yang diduga menggelapkan pajak di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (5/2/2026).
Baca Juga:
Purbaya: Ekonomi RI Cukup Stabil Bantah Pernyataan Pengamat yang Bilang RI Resesi
Purbaya mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk membantah klaim perusahaan yang menyebut pejabat pemerintah Indonesia mudah menerima suap demi melancarkan bisnis.
"Mereka klaim zaman kemarin-kemarin katanya pejabat Indonesia bisa disogok, supaya mereka bisa lancar menjalankan bisnisnya. Sekarang saya buktikan, kita tidak bisa disogok. Kalau main-main ya kita hajar terus," ungkap Purbaya saat ditemui wartawan di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (5/2/2026).
Meski demikian, Purbaya menyebut para karyawan PT PSM menyatakan komitmen untuk memperbaiki praktik bisnis perusahaan.
Baca Juga:
Usul IMF Naikkan PPh 21 Ditolak Mentah-mentah, Ini Alasan Menkeu
Namun demikian, ia menegaskan tetap akan memanggil pemilik perusahaan guna dimintai pertanggungjawaban atas dugaan pelanggaran tersebut.
"Pada perjalanannya staf saya akan memanggil yang punya. Saya dengar yang punya sudah di BAP berkali-kali. Yang penting nanti message-nya harus sampai ke mereka dan ke teman-teman pelaku bisnis sejenis kalau kita tidak main-main. Tapi saya tidak akan ketemu dia langsung. Mungkin tidak sempat. Dia sekarang saja kabur. Tapi nanti staff saya akan omongin," jelasnya.
Purbaya mengungkapkan kerugian negara akibat penggelapan pajak yang dilakukan perusahaan tersebut ditaksir mencapai lebih dari Rp 500 miliar.