“Ini yang semuanya sekarang ini sedang dan terus menjadi pembahasan cukup pelik dan rumit namun ini menyangkut nasib dari negara-negara low income country but highly indebted yaitu negara yang low income tapi punya utang yang cukup besar,” jelas Sri Mulyani.
Sri Mulyani memastikan Presidensi G20 Indonesia akan senantiasa mendengar semua pihak terutama negara-negara low income untuk bisa bersepakat karena ini menyangkut reputasi dan kredibilitas G20.
Baca Juga:
Sri Mulyani Kucurkan Rp16 Triliun untuk Dukung Koperasi Desa Lewat Skema SAL
“G20 suatu grup negara-negara dengan ekonomi terbesar untuk bisa membantu terutama negara-negara yang sedang dalam situasi sangat tidak mudah,” tegasnya.
Dampak Situasi Geopolitik
Baca Juga:
Sri Mulyani: Ketidakpastian Global Masih Bayangi Stabilitas Ekonomi
Sri Mulyani juga menyatakan situasi geopolitik seperti ketegangan di Ukraina menambah tantangan bagi upaya pemulihan global yang dilakukan para anggota G20.
“Situasi geopolitik menambah tantangan bagi upaya pemulihan global dilakukan semua negara G20,” katanya.
Sri Mulyani mengatakan meski dalam forum finance track tidak secara khusus membahas konflik di Ukraina namun ternyata suasana geopolitik tersebut memberikan spillover kepada perekonomian.