Louisiana menjadi salah satu akuisisi terbesar AS. Pada 1803, Amerika Serikat membeli sekitar 530 juta hektare wilayah dari Prancis dengan nilai USD15 juta.
Napoleon Bonaparte, yang menghadapi ancaman perang dengan Inggris dan kegagalan militer di Karibia, memutuskan menjual wilayah tersebut.
Baca Juga:
Ditresnarkoba Polda Jambi Bagikan Takjil kepada Masyarakat, Wujud Kepedulian di Bulan Ramadan
Kesepakatan ini menggandakan luas wilayah AS dan memperkuat kekuasaan federal di wilayah barat.
Selanjutnya, Pembelian Gadsden dari Meksiko pada 1854 menambah wilayah AS seluas hampir 29.670 mil persegi.
Dengan nilai USD10 juta, wilayah yang kini menjadi bagian dari Arizona dan New Mexico itu dimaksudkan untuk membuka jalur kereta api transkontinental selatan serta meredakan konflik pasca-Perang Meksiko–Amerika.
Baca Juga:
Pengungkapan Kasus Narkoba di Jambi Naik 25 Persen, Polda Jambi Amankan Puluhan Tersangka
Texas juga bergabung ke dalam AS melalui proses aneksasi. Awalnya bagian dari Meksiko setelah negara tersebut merdeka dari Spanyol, Texas dihuni oleh banyak imigran Anglo-Amerika.
Pada 1836, wilayah ini memproklamasikan kemerdekaan dan berdiri sebagai Republik Texas selama hampir satu dekade.
Pada 1845, AS secara resmi menganeksasi Texas, langkah yang dianggap ilegal oleh Meksiko dan memicu perang.