Dalam pertemuan tersebut, para Menlu ASEAN juga menegaskan kembali komitmen dan peran aktif ASEAN dalam membantu Myanmar merencanakan masa depan bangsa serta mendorong tercapainya solusi damai yang berkelanjutan.
ASEAN, lanjut Lazaro, tetap memandang Myanmar sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari organisasi kawasan tersebut.
Baca Juga:
Korban Demo Iran Tembus 2.403 Tewas, Dunia Soroti Eskalasi Kekerasan
“Kami menegaskan kembali posisi ASEAN tentang pentingnya pemilihan umum yang bebas, adil, damai, transparan, inklusif, dan kredibel di Myanmar. Kami juga mencatat kesimpulan dari tiga fase pemilihan umum yang baru saja diadakan,” ujar Menlu Filipina.
Sementara itu, Lazaro juga mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan kunjungan ke Ibu Kota Myanmar, Naypyidaw, pada 5–7 Januari 2026 dalam kapasitasnya sebagai Utusan Khusus Ketua ASEAN untuk Myanmar.
Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu langsung dengan sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Baca Juga:
Korupsi Tak Terbendung, Gen Z Jatuhkan Pemimpin Bulgaria
Menurut Lazaro, kunjungan Utusan Khusus ke Myanmar merupakan salah satu mandat yang secara jelas tercantum dalam Konsensus Lima Poin.
“Jika Anda tidak melihatnya sebagai hal yang seimbang, yaitu mengunjungi Naypyidaw dan mengadakan pertemuan pemangku kepentingan, maka ada sesuatu yang aneh tentang itu. Dalam kapasitas saya sebagai utusan khusus ketua untuk Myanmar, hal itu tercantum dalam konsensus lima poin dan itu adalah sebuah fungsi serta mandat,” kata Menlu Filipina menjelaskan.
Berdasarkan keterangan yang dimuat di laman resmi Kementerian Luar Negeri Filipina, selama berada di Naypyidaw, Menlu Lazaro juga melakukan diskusi dengan Jenderal Senior Min Aung Hlaing yang menjabat sebagai Ketua Komisi Keamanan dan Perdamaian Negara Myanmar.