Kadyrov menegaskan tidak ada keraguan tentang mengambil alih Kyiv.
Ia menegaskan bahwa pasukan Rusia tidak akan mundur.
Baca Juga:
Capek Perang, Selusin Rudal Ukraina Loyo dan Berhasil Dilumpuhkan Rusia
Kadyrov, yang sering menggambarkan dirinya sebagai kaki dari Presiden Vladimir Putin, telah berulang kali dituduh oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa melakukan pelanggaran hak.
Namun, Kadyrov selalu menyangkalnya.
Sebelum tunduk pada Rusia seperti saat ini, wilayah Chechnya telah dua kali berperang dengan pasukan Rusia sejak Uni Soviet pecah pada 1991.
Baca Juga:
Pertempuran Sengit, Rusia Lumat 9 Tank Ukraina Termasuk 4 Leopard-2
Wilayah berpenduduk mayoritas Muslim di Rusia selatan ini akhirnya tunduk setelah pemerintah Rusia menggelontorkan sejumlah besar uang ke wilayah itu untuk pembangunan.
Putin juga memberi Kadyrov otonomi yang sangat luas pada Chechnya.
Pekan lalu, Penasihat keamanan nasional Presiden AS Joe Biden, Jake Sullivan, menyebut Rusia berencana mengubah strategi perangnya dengan menumpuk ribuan pasukan di wilayah timur dan selatan Ukraina.