“Komandan tim diberhentikan dari dinas, komandan kompi menerima teguran, dan seluruh anggota tim diskors untuk jangka waktu tertentu,” demikian pernyataan IDF kepada Channel 12.
Kasus ini terungkap pada pagi hari setelah penyelundupan terjadi ketika para petani di Dataran Tinggi Golan yang diduduki melihat puluhan kambing berkeliaran di jalan raya.
Baca Juga:
Izin Dicabut, UNRWA Kecam Israel: Gaza Butuh Bantuan Bukan Pembatasan
Penemuan tak biasa itu kemudian dilaporkan ke otoritas militer Israel dan memicu penyelidikan internal.
Dalam laporan yang sama disebutkan bahwa sekitar 200 ekor kambing masih berkeliaran tanpa tanda kepemilikan dan tanpa vaksinasi di wilayah Israel serta Tepi Barat yang diduduki.
Sementara itu, sebagian kambing lainnya dilaporkan kembali menyebar ke wilayah Suriah.
Baca Juga:
Di Tengah Gelombang Protes, Iran Gantung Pria yang Dituduh Agen Mossad
Sebagai catatan, Israel telah menduduki Dataran Tinggi Golan Suriah sejak 1967 dan tindakan tersebut dinilai melanggar hukum internasional.
Situasi kawasan tersebut semakin memanas setelah jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad pada Desember 2024.
Pada periode itu, Israel dilaporkan merebut seluruh zona penyangga yang sebelumnya dipatroli Pasukan Perdamaian PBB di Dataran Tinggi Golan.