WAHANANEWS.CO, Jakarta - China disebut melakukan "upaya aktif" untuk mendorong gencatan senjata dalam konflik Iran, di tengah meningkatnya ekspektasi terhadap peran diplomatik Beijing di panggung global.
Namun, langkah tersebut dinilai tetap berakar pada kepentingan ekonomi domestik, khususnya menjaga stabilitas ekspor dan pertumbuhan.
Baca Juga:
Sepakat Gencatan Senjata, Trump Batal 'Ratakan' Iran
Laporan The New York Times mengutip tiga pejabat Iran yang menyebut China terlibat dalam dorongan menuju gencatan senjata sementara.
Sementara itu, kantor berita AFP juga mengutip Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait peran Beijing.
Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan Beijing telah melakukan "upaya aktif" untuk meredakan konflik. Ia mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri Wang Yi telah melakukan 26 panggilan telepon dengan perwakilan berbagai negara, termasuk Rusia, Arab Saudi, Jerman, dan Iran sejak serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Baca Juga:
Pemimpin Gereja Katolik Paus Leo XIV Serukan Dunia Hentikan Perang
Namun demikian, Mao tidak secara eksplisit mengonfirmasi adanya peran mediasi langsung.
China sebelumnya menyerukan "penghentian segera" operasi militer pascaserangan tersebut. Ketika ditanya soal serangan balasan Iran, Beijing hanya mendesak "semua pihak" menahan diri guna mencegah eskalasi konflik.
Peneliti senior Council on Foreign Relations, Zongyuan Zoe Liu, menilai langkah China lebih bersifat fasilitasi ketimbang mediasi langsung.