Sementara itu, harga minyak mentah Brent masih berada di bawah US$100 per barel, meski ada tanda-tanda pemulihan distribusi melalui Selat Hormuz. Di sisi lain, serangan Iran terhadap infrastruktur minyak Arab Saudi turut memangkas produksi negara tersebut.
Peran Diplomatik dan Batasannya
Baca Juga:
Sepakat Gencatan Senjata, Trump Batal 'Ratakan' Iran
Langkah China ini juga tak lepas dari rekam jejaknya dalam memediasi normalisasi hubungan Iran dan Arab Saudi beberapa tahun lalu. Keberhasilan itu sempat meningkatkan profil Beijing di Timur Tengah.
Namun, Zhao menegaskan China tidak memiliki kapasitas maupun keinginan untuk menekan pihak-pihak yang berkonflik agar bernegosiasi. Ia menyebut dukungan Beijing lebih berfungsi memperkuat upaya mediasi negara lain, seperti Pakistan.
Pakistan dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan pemimpin Iran dan AS di Islamabad untuk membahas gencatan senjata. Meski demikian, peran langsung China dalam pertemuan tersebut masih belum jelas.
Baca Juga:
Pemimpin Gereja Katolik Paus Leo XIV Serukan Dunia Hentikan Perang
"Kami mendukung upaya mediasi oleh negara-negara termasuk Pakistan," kata Mao. "China telah melakukan upaya aktif untuk tujuan ini."
Pada akhir Maret, China dan Pakistan juga merilis rencana bersama untuk memulihkan stabilitas di Timur Tengah, termasuk mendorong gencatan senjata dan normalisasi jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Meski demikian, dinamika geopolitik global dinilai belum berubah. Liu menilai ketegangan struktural antara ketergantungan China pada tatanan global berbasis aturan dan upaya AS untuk mengubahnya masih belum terselesaikan.