Korea Utara juga menonjol dengan total hampir 2 juta personel, mencerminkan fokus jangka panjang terhadap kesiapan militer.
Taiwan, Brasil, Pakistan, dan Filipina menunjukkan pendekatan serupa dengan memperkuat cadangan sebagai penopang utama pertahanan nasional.
Baca Juga:
Indonesia Takkan Diamkan Ancaman Kemanusiaan Kapal Selam Nuklir
Kolombia, Mesir, dan Iran berada di kelompok menengah dengan kombinasi pasukan aktif dan cadangan yang relatif seimbang.
Indonesia tercatat memiliki total sekitar 1,05 juta personel, terdiri dari 405.000 pasukan aktif dan lebih dari 650.000 cadangan serta paramiliter.
Jerman dan Turki menjaga keseimbangan struktur militer mereka dengan total masing-masing di atas 1 juta personel.
Baca Juga:
China Ancam Serbu Taiwan, Dampaknya Bisa Lebih Dahsyat dari Perang di Ukraina
Israel berada di posisi ke-20 dengan total sekitar 670.000 personel, namun dikenal memiliki sistem cadangan yang sangat responsif.
Jika hanya melihat jumlah pasukan aktif, peta kekuatan berubah drastis dengan China memimpin sekitar 2 juta personel aktif, disusul India, Rusia, dan Amerika Serikat yang masing-masing memiliki lebih dari 1 juta pasukan.
Perbedaan ini menegaskan bahwa total personel mencerminkan kapasitas mobilisasi jangka panjang, sementara jumlah pasukan aktif menggambarkan kesiapan tempur langsung.