WahanaNews.co, Jakarta – Salah satu sorotan dalam debat calon Presiden Amerika Serikat (AS) yang baru saja digelar Kamis 27 Juni waktu setempat, persoalan terkait konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Melansir CNBC Indonesia, Sabtu (29/6/2024) selama perdebatan panjang mengenai kebijakan luar negeri AS, Biden menyebut pemerintahannya mendorong untuk gencatan senjata dalam pertempuran antara Israel dan Hamas.
Baca Juga:
Polda Jambi Gelar Apel Siaga Kamtibmas Ramadhan 1447 H, Pastikan Keamanan dan Stabilitas Harga Bahan Pokok
Biden berpendapat bahwa Hamas adalah pihak yang menghalangi tercapainya kesepakatan, sesuatu yang dibantah keras oleh Trump.
"Anda harus membiarkan [Israel] menyelesaikan pekerjaannya. [Biden] tidak ingin melakukannya," kata Trump dalam debat capres AS.
Lebih lanjut Trump menuduh Biden memihak kepada Palestina dan tidak memberikan dukungan yang cukup kepada Israel untuk "selesaikan pekerjaan" melawan Hamas dalam perangnya di Gaza.
Baca Juga:
Pemerintah Bahas Pengiriman 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza sebagai Komitmen Kemanusiaan
"Dia menjadi seperti orang Palestina, tapi hei, jangan menyukainya karena dia orang Palestina yang sangat buruk. Dia orang yang lemah," tambah Trump.
Ayah Ziyadeh, direktur Muslim Amerika untuk Palestina, mengatakan komentar Trump yang menyebut Biden sebagai "orang Palestina yang buruk" sangat rasis.
"Menggunakan bahasa Palestina sebagai hinaan menunjukkan betapa dalamnya rasisme yang ada di sini," kata Ziyadeh, dikutip Aljazeera.