WahanaNews.co | Deputi Delegasi Permanen Rusia untuk PBB mengatakan, asesmen mata-mata Amerika Serikat (AS) dan Inggris di Ukraina tidak dapat diandalkan.
Mereka telah banyak melakukan kesalahan besar seperti intelijen yang mendorong invasi AS ke Irak.
Baca Juga:
Rusia Hujani Drone Ukraina, 77 Pesawat Nirawak Ditembak Jatuh dalam Semalam
"Kami tidak percaya pada intelijen AS dan Inggris, mereka telah mengecewakan kami, seluruh dunia, di banyak kesempatan, cukup untuk mengingat senjata pemusnah massal di Irak," kata Dmitry Polyanskiy pada Sky News, Ahad (20/2/2022).
Polyanskiy mengatakan tidak boleh ada memberitahu Rusia di mana mereka harusnya menggelar latihan militer di wilayahnya sendiri.
Pekan ini Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg menilai Presiden Vladimir Putin mendorong kenormalan yang baru di Eropa.
Baca Juga:
Tak Peduli Tahun Baru, Rusia Enggan Gencatan Senjata di Ukraina
Apakah Rusia menggelar invasi skala penuh ke Ukraina atau tidak Putin sudah menarik perhatian negara-negara Barat dan Presiden AS Joe Biden yang sebelumnya hendak fokus pada Cina di kawasan Indo-Pasifik.
Moskow bersedia dan mampu membuka persaingan nilai-nilai dan perbatasan di Eropa.
Stoltenberg mengungkapkan berdasarkan asesmen yang ia miliki Putin siap untuk menyerang Ukraina.