Penyebab kecelakaan belum dipastikan, namun terdapat dugaan tabrakan di udara setelah satu unit KC-135 lainnya melakukan pendaratan darurat di Tel Aviv pada hari yang sama.
Sehari setelahnya, lima unit KC-135 lainnya dilaporkan mengalami kerusakan di darat akibat serangan rudal Iran di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi pada Kamis (13/3/2026).
Baca Juga:
Hanya 36 Persen Warga AS Masih Dukung Trump
Insiden lain yang tak kalah mengejutkan adalah jatuhnya tiga jet tempur F-15 Eagle akibat salah tembak di wilayah Kuwait.
“Pesawat-pesawat Eagle jatuh di atas Kuwait karena insiden salah tembak yang nyata,” tulis pernyataan resmi Komando Pusat AS.
Peristiwa ini terjadi di tengah intensitas pertempuran tinggi yang melibatkan serangan pesawat tempur, rudal balistik, dan drone Iran.
Baca Juga:
AS Tiba-tiba Ajukan 15 Poin ke Iran, Ada Tawaran Besar di Balik Gencatan Senjata
“Jet tempur USAF secara tidak sengaja ditembak jatuh oleh pertahanan udara Kuwait,” sambung pernyataan tersebut.
Di sektor pesawat tanpa awak, sekitar 12 unit drone MQ-9 Reaper dilaporkan hancur baik saat beroperasi di udara maupun ketika berada di pangkalan.
Drone dengan nilai sekitar 16 juta dollar AS per unit tersebut menjadi salah satu kerugian besar dalam konflik ini.