Menyusul kesepakatan itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengumumkan bahwa negaranya akan membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz selama periode gencatan senjata.
"Jalur aman melalui Selat Hormuz tersedia selama dua minggu dengan koordinasi bersama angkatan bersenjata Iran," kata Araqchi.
Baca Juga:
Intelijen AS-Israel Sebut Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Sekarat
Ia menegaskan bahwa penghentian serangan akan bergantung pada sikap pihak lawan dalam konflik tersebut.
"Iran akan menghentikan serangan, jika serangan terhadap kami berhenti," ujarnya.
Araqchi juga menyampaikan apresiasi kepada Pakistan yang berperan sebagai mediator dalam perundingan tersebut.
Baca Juga:
AS dan Iran Gencatan Senjata, Respons Israel Katakan Ini!
"Menanggapi permintaan persaudaraan PM Sharif dalam cuitannya, dan mempertimbangkan permintaan AS untuk negosiasi berdasarkan proposal 15 poinnya serta pengumuman oleh Presiden AS tentang penerimaan kerangka umum proposal 10 poin Iran sebagai dasar negosiasi, dengan ini saya menyatakan atas nama Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran: Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata kami akan menghentikan operasi pertahanan mereka," tulisnya.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa perundingan lanjutan antara Teheran dan Washington dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 10 April di Islamabad, Pakistan.
Pembicaraan tersebut akan difokuskan pada penyelesaian detail proposal, termasuk pengaturan pelayaran di Selat Hormuz, pencabutan sanksi, serta penarikan pasukan tempur Amerika Serikat dari kawasan.