“Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah! Alasannya adalah karena kita telah memenuhi dan melampaui semua tujuan militer, dan sudah sangat jauh dalam mencapai kesepakatan pasti mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah,” ujarnya.
Trump juga mengungkapkan bahwa kedua pihak telah mencapai kemajuan signifikan dalam negosiasi menuju kesepakatan yang lebih permanen.
Baca Juga:
Intelijen AS-Israel Sebut Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Sekarat
“Kami menerima proposal 10 poin dari Iran, dan kami yakin itu adalah dasar yang layak untuk bernegosiasi. Hampir semua poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, tetapi jangka waktu dua minggu akan memungkinkan Perjanjian tersebut untuk diselesaikan dan diwujudkan,” lanjutnya.
Seorang pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa gencatan senjata akan mulai berlaku segera setelah Iran membuka Selat Hormuz.
Periode dua minggu tersebut dinilai krusial untuk memastikan implementasi kesepakatan berjalan efektif serta membuka jalan bagi perjanjian jangka panjang.
Baca Juga:
AS dan Iran Gencatan Senjata, Respons Israel Katakan Ini!
Sebelumnya, Trump menetapkan tenggat waktu bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz hingga Selasa pukul delapan malam waktu setempat dengan ancaman serangan besar jika tidak dipenuhi.
Israel sebagai sekutu Amerika Serikat dalam konflik ini juga dilaporkan menyetujui gencatan senjata sementara tersebut.
"Israel telah menyetujui gencatan senjata sementara sebagai bagian dari gencatan senjata dua minggu yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump," kata seorang pejabat senior Gedung Putih.