Meski demikian, Iran menegaskan bahwa proses negosiasi tidak serta-merta menandai berakhirnya konflik secara keseluruhan.
Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sendiri pecah setelah serangan militer terhadap wilayah Iran pada 28 Februari 2026.
Baca Juga:
Intelijen AS-Israel Sebut Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Sekarat
Serangan tersebut terjadi tak lama setelah perundingan terkait program nuklir Iran kembali digelar di Jenewa.
Amerika Serikat dan Israel selama ini menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir, sementara Teheran bersikeras bahwa program tersebut hanya untuk kebutuhan energi sipil.
Serangan tersebut memicu konflik besar di Timur Tengah yang menyebabkan lebih dari 1.900 korban jiwa di Iran.
Baca Juga:
AS dan Iran Gencatan Senjata, Respons Israel Katakan Ini!
Sebagai balasan, Iran menghentikan jalur diplomasi dan melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer milik Amerika Serikat dan Israel.
Iran juga memblokade Selat Hormuz sebagai langkah strategis yang berdampak luas terhadap distribusi energi global dan memicu lonjakan harga minyak dunia.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.