Situasi ini memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas pasokan energi global yang sangat bergantung pada jalur pelayaran tersebut.
Menanggapi ancaman krisis energi dunia, Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) langsung mengambil langkah darurat.
Baca Juga:
Rusia Kecam Serangan AS Terbaru ke Iran, Timteng Makin Panas
Sebanyak 32 negara anggota organisasi tersebut sepakat untuk melepas sekitar 400 juta barel minyak dari cadangan strategis mereka guna meredam lonjakan harga di pasar global.
Namun langkah tersebut diperkirakan hanya mampu menahan tekanan harga untuk sementara waktu.
Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol memperingatkan stabilitas ekonomi dunia tetap sangat bergantung pada meredanya konflik di Timur Tengah serta terbukanya kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.
Baca Juga:
Trump Klaim Seluruh Pemimpin Militer Iran Tewas, Sebut Mojtaba Khamenei "90 Persen Lenyap"
Jika ancaman Iran benar-benar terwujud dan jaringan energi di kawasan itu dihancurkan, dunia berpotensi menghadapi krisis energi terbesar dalam sejarah modern.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.