Situasi ini memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas pasokan energi global yang sangat bergantung pada jalur pelayaran tersebut.
Menanggapi ancaman krisis energi dunia, Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) langsung mengambil langkah darurat.
Baca Juga:
Tegang di Selat Hormuz, Kemlu Lakukan Diplomasi Intensif ke Iran Demi Kapal Indonesia
Sebanyak 32 negara anggota organisasi tersebut sepakat untuk melepas sekitar 400 juta barel minyak dari cadangan strategis mereka guna meredam lonjakan harga di pasar global.
Namun langkah tersebut diperkirakan hanya mampu menahan tekanan harga untuk sementara waktu.
Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol memperingatkan stabilitas ekonomi dunia tetap sangat bergantung pada meredanya konflik di Timur Tengah serta terbukanya kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.
Baca Juga:
Indonesia Siap Kirim 20.000 Prajurit ke Gaza, Tapi Akhirnya Hanya 8.000! Ini Alasannya
Jika ancaman Iran benar-benar terwujud dan jaringan energi di kawasan itu dihancurkan, dunia berpotensi menghadapi krisis energi terbesar dalam sejarah modern.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.