Berbicara dari Pengalaman
Saran Breedlove mengenai Jembatan Krimea itu sejalan dengan sejarah NATO terkait infrastruktur sipil.
Baca Juga:
NATO Buka Pintu Normalisasi dengan Rusia, Tapi Ada Syarat
Selama pengeboman Yugoslavia pada 1999, aliansi tersebut tidak segan-segan melepaskan kekuatan militernya terhadap sasaran sipil seperti jembatan, rumah sakit, sekolah, pabrik industri dan bahkan monumen budaya.
Human Rights Watch menyimpulkan bahwa serangan Yugoslavia menyebabkan sedikitnya 489 dan sebanyak 528 warga sipil Yugoslavia tewas dalam sembilan puluh insiden terpisah dalam Operasi Pasukan Sekutu.
Media Rusia sebut, di tengah intervensi militernya terhadap Libya, NATO juga menggunakan pendekatan serupa, dengan serangan yang menargetkan rumah sakit, restoran, dan bahkan rumah-rumah penduduk.
Baca Juga:
Perancis dan Jerman Dorong Kemandirian, tapi Persenjataan NATO Masih Bergantung ke AS
Pada Mei 2012, Human Rights Watch melaporkan bahwa setidaknya 72 warga sipil tewas selama kampanye udara NATO di negara Timur Tengah itu.
Jembatan Krimea di Garis Bidik?