Allen tidak datang dengan tangan kosong saat melancarkan aksinya. Polisi Metropolitan Washington mengungkapkan bahwa pelaku membawa berbagai jenis senjata berbahaya untuk melancarkan serangan di gedung yang dipenuhi sistem keamanan tingkat tinggi tersebut.
Mengutip keterangan Kepala Polisi Interim D.C., Jeffery Carroll, pelaku nekat menyerbu pos pemeriksaan dengan berbagai senjata tajam dan api.
Baca Juga:
Trump Ketahuan Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
"Pelaku membawa sebuah senapan shotgun, satu pucuk pistol, dan beberapa bilah pisau saat ia berlari melewati barikade menuju ruang aula tempat acara berlangsung," tutur Carroll.
5. Motif Politik: Targetkan Pejabat Administrasi Trump
Berdasarkan penyelidikan awal, Allen diduga kuat memiliki kebencian mendalam terhadap pemerintahan saat ini. Ia tidak hanya menyasar presiden secara personal, tetapi secara umum membidik para pejabat yang membantu jalannya administrasi pemerintahan Trump.
Baca Juga:
Sampah Masih Menumpuk Setiap Pagi di Beberapa Titik, Apakah Warga Kota Jambi Sudah Bahagia ?
Mengutip Acting Attorney General AS, Todd Blanche, pihak berwenang meyakini bahwa serangan ini telah direncanakan dengan target yang sangat spesifik dan matang.
"Kami meyakini bahwa penembak memang menargetkan pejabat-pejabat administrasi Trump secara sengaja," ungkap Blanche.
6. Manifesto "Anti-Kristen" yang Radikal