Donald Trump mengklaim bahwa pelaku meninggalkan sebuah catatan atau manifesto yang berisi pandangan ideologis yang sangat ekstrem. Selain kebencian terhadap pemerintah, manifesto tersebut diduga mengandung sentimen agama yang kuat dan provokatif.
Mengutip pernyataan Trump saat diwawancarai media, ia menyebut isi catatan pelaku sangat mengerikan dan penuh kegelapan.
Baca Juga:
Eropa Mulai Tak Percaya AS, Publik Eropa Dorong Pertahanan Mandiri
"Dia memiliki banyak kebencian di hatinya untuk waktu yang lama. Manifestonya sangat anti-Kristen," kata Trump.
7. Pengiriman Pesan Terakhir pada Keluarga
Sebelum melancarkan aksinya di Washington Hilton, Allen diketahui sempat mengirimkan pesan terakhir atau dokumen manifesto kepada keluarganya di California. Hal ini menunjukkan bahwa aksi tersebut bukanlah luapan emosi sesaat, melainkan rencana yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
Baca Juga:
Israel Cegat Seluruh Rudal Iran, Teheran Sebut Serangan sebagai Aksi Balasan
Mengutip sumber kepolisian, pihak keluarga pelaku bahkan disebut sempat merasa khawatir dengan perilaku Allen sebelum kejadian tersebut pecah.
"Pihak berwenang menyatakan bahwa tersangka mengirimkan manifesto kepada keluarganya sesaat sebelum penembakan terjadi," tulis laporan penyelidikan.
8. Status "Lone Wolf" dan Jejak Donasi Politik