Hingga saat ini, FBI meyakini bahwa Cole Tomas Allen beraksi sebagai lone wolf atau serigala tunggal tanpa bantuan kelompok tertentu. Menariknya, rekam jejak digital menunjukkan ia pernah melakukan donasi kecil ke kelompok politik yang berseberangan dengan Trump di masa lalu.
Mengutip catatan Komisi Pemilihan Federal (FEC), terdapat data yang menunjukkan afiliasi politik pelaku melalui sumbangan dana kampanye.
Baca Juga:
Minta Teheran Telepon AS, Trump Mendadak Lunak ke Iran
"Catatan menunjukkan Allen mendonasikan US$ 25 (Rp 400.000) kepada ActBlue untuk kampanye lawan politik Trump pada Oktober 2024," bunyi laporan tersebut.
9. Ancaman Hukuman Penjara Seumur Hidup
Atas tindakan nekatnya, Allen kini harus menghadapi konsekuensi hukum yang sangat berat dari otoritas federal. Jaksa penuntut telah menyiapkan serangkaian dakwaan yang bisa menjebloskan sang insinyur ke penjara untuk waktu yang sangat lama.
Baca Juga:
Viral Trump Minta Kode Nuklir, Ini Faktanya di AS
Mengutip pernyataan Jaksa AS untuk Distrik Columbia, Jeanine Pirro, proses pengadilan terhadap pelaku akan segera dimulai dalam waktu dekat.
"Pelaku akan didakwa dengan penggunaan senjata api selama kejahatan kekerasan, serta penyerangan terhadap petugas federal menggunakan senjata berbahaya," jelas Pirro.
10. Trump Desak Pembangunan Aula Keamanan Khusus