Hamas,
yang memperoleh mayoritas dalam pemilihan legislatif Palestina 2006, mengambil kendali Jalur Gaza pada
2007 setelah memerangi saingannya dari pasukan Palestina.
Sebelumnya,
kelompok militan ini mengaku, serangan roketnya ke Israel merupakan tanggapan atas
bentrokan baru-baru ini, antara pengunjuk rasa Palestina dan polisi Israel di
Kota Tua Yerusalem, di luar kompleks Masjid Al-Aqsa.
Baca Juga:
Hari Berdarah di Gaza, Netanyahu Tegaskan Perang Akan Berlanjut
Situs
itu merupakan salah satu tempat paling suci dalam Islam.
Sementara
bentrokan pecah di tengah meningkatnya kemarahan atas potensi penggusuran
puluhan warga Palestina.
Ratusan
ribu warga Palestina melarikan diri atau terusir dari rumah mereka sejak perang
yang pembentukan Israel pada 1948.
Baca Juga:
Israel Putus Listrik ke Gaza, Hamas: Upaya Pemerasan yang Murahan
Beberapa
pengungsi Palestina kembali membangun kehidupannya di lingkungan Sheikh Jarrah
di Yerusalem timur, tepat di luar Kota Tua.
Wilayah
itu berada di bawah pemerintah Yordania pada 1950-an.
Namun, pada
1967, Israel merebut kota itu dari Yordania, bersama dengan Jalur Gaza dan Tepi
Barat.