Kelompok
militan tersebut dinilai bertujuan untuk mendirikan negara Palestina merdeka
sebagai bagian dari Israel modern.
Warga
Palestina ingin memasukkan Jalur Gaza dan Tepi Barat di negara masa depan
mereka, dengan Yerusalem timur sebagai ibu kota akhirnya.
Baca Juga:
Hari Berdarah di Gaza, Netanyahu Tegaskan Perang Akan Berlanjut
Pemerintah
AS telah menyuarakan dukungan bagi solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina, yang akan
menciptakan Israel dan Palestina yang merdeka.
Namun,
mantan Presiden AS, Donald Trump, mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada 2017, dan
memindahkan kedutaan AS di sana dari Tel Aviv pada 2018.
Langkah
kontroversial itu disambut baik oleh Israel dan dikutuk oleh Palestina. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.