WAHANANEWS.CO, Jakarta - Aparat keamanan Thailand melakukan penggerebekan dramatis terhadap sebuah sekolah yang dioperasikan secara ilegal oleh warga negara Thailand dan Iran di Koh Phangan.
Dalam operasi tersebut, petugas menemukan puluhan anak-anak berkebangsaan Israel yang ditampung di fasilitas yang melanggar aturan perizinan tersebut.
Baca Juga:
Indonesia Runner Up, Thailand Juara ASEAN Futsal Championship 2026
Mengutip laporan Bangkok Post, penggerebekan terjadi di Arki Kid School yang berlokasi di desa Moo 3, sebuah pulau wisata populer, pada Jumat (1/5/2026) pukul 12.30 waktu setempat, melansir CNBC Indonesia.
Komando Operasi Keamanan Internal (Isoc) mengungkapkan bahwa lokasi tersebut sebenarnya hanya mengantongi izin sebagai pusat penitipan anak untuk 18 anak berusia dua hingga lima tahun.
Namun, kenyataan di lapangan sangat mengejutkan karena petugas justru menemukan 89 anak Israel dengan rentang usia mulai dari 2 hingga 12 tahun. Selain itu, sekolah ini juga mempekerjakan 40 pekerja asal Myanmar serta 12 karyawan dari berbagai kewarganegaraan lainnya.
Baca Juga:
Ekonomi Makin Sulit, Pemerintah Thailand Minta Konglomerat Ikut Bantu Warga
Aparat langsung menahan pasangan suami istri asal Iran, Aidin Kishipoor dan Ndin Kishipoor yang berusia 45 tahun, serta seorang wanita Thailand bernama Prathumthip Yu-in berusia 61 tahun. Mereka dijerat pasal berlapis, mulai dari mengoperasikan sekolah swasta nonformal secara ilegal, mempekerjakan orang asing tanpa izin, hingga pelanggaran undang-undang perlindungan anak.
Berdasarkan penelusuran pada situs web resminya, Arki Kid School diketahui memungut biaya sekolah yang cukup fantastis, yakni sebesar 64.000 Baht (Rp34,4 juta) per anak untuk setiap semesternya. Namun, pihak sekolah bersikap samar mengenai apakah kurikulum yang mereka gunakan diakui secara resmi oleh pemerintah atau tidak.
Pihak pengelola dalam situs web mereka memberikan penjelasan mengenai metode pengajaran yang diterapkan di sekolah tersebut. Mereka mengklaim bahwa standar yang digunakan tetap mengacu pada kualitas internasional meskipun tidak mengikuti kurikulum eksternal tertentu.