WAHANANEWS.CO, Jakarta - Isu perebutan Greenland kembali memanas setelah Presiden Rusia Vladimir Putin melontarkan kritik tajam dengan menyebut Denmark memperlakukan wilayah Arktik itu layaknya koloni.
Pernyataan tersebut disampaikan Putin saat menanggapi rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kembali mengklaim keinginan membeli Greenland, pulau berpemerintahan sendiri milik Denmark.
Baca Juga:
Trump Cabut Ancaman Tarif ke Eropa, Tegaskan Tak Gunakan Militer untuk Greenland
Trump menegaskan kembali niatnya dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos pada Rabu (22/1/2025) dengan menyatakan tidak akan menggunakan kekerasan untuk mengambil alih wilayah tersebut.
“Selalu Denmark memperlakukan Greenland seperti koloni, dan cukup keras, jika tidak bisa dikatakan kejam,” ujar Putin saat bertemu Dewan Keamanan Nasional Rusia di Kremlin, Rabu (22/1/2025).
Putin menegaskan Rusia tidak memiliki kepentingan dalam konflik kepemilikan Greenland dan menilai persoalan itu bukan urusan Moskow.
Baca Juga:
Komisi III DPR RI Tinjau Kinerja Polda Jambi dan Pelaksanaan KUHP
“Ini jelas tidak menyangkut kita, saya pikir mereka akan menyelesaikannya sendiri,” kata Putin.
Ia mengingatkan sejarah bahwa Amerika Serikat pernah membeli Alaska dari Rusia pada tahun 1867 serta wilayah Karibia yang kini dikenal sebagai Kepulauan Virgin AS dari Denmark pada 1916.
Putin bahkan menyebut Greenland dapat ditebus dengan nilai sekitar USD1 miliar dan menyatakan Amerika Serikat memiliki kemampuan finansial untuk itu.
Menanggapi isu tersebut, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov membantah adanya rencana Moskow untuk ikut campur dalam urusan Greenland saat berbicara kepada wartawan pada Selasa (21/1/2025).
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen menegaskan di Davos bahwa Kopenhagen tidak akan mengizinkan Amerika Serikat mencaplok Greenland.
Penegasan itu muncul di tengah aksi demonstrasi anti-Trump oleh warga Greenland yang berlangsung pada awal pekan ini.
Secara historis, Denmark menjajah Greenland sejak abad ke-18 sebelum memberikan status pemerintahan sendiri pada tahun 1979.
Amerika Serikat diketahui pernah mengerahkan pasukan ke Greenland selama Perang Dunia II dan hingga kini mempertahankan pangkalan udara di wilayah pantai barat laut pulau tersebut.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]