Angka tersebut bahkan berada di bawah capaian ekonomi mantan Presiden Joe Biden dalam survei serupa sebelumnya.
Selain faktor ekonomi, kebijakan luar negeri Trump turut menuai penolakan luas dari masyarakat.
Baca Juga:
Kepastian Hukum Jadi Kunci, Kasus Andrie Yunus Dinilai Harus Lewat Jalur Militer
Tingkat persetujuan publik terhadap perang AS di Iran tercatat hanya 35 persen, turun dari 37 persen pada pekan sebelumnya.
Sebaliknya, kekhawatiran publik terhadap dampak perang semakin meningkat.
Sebanyak 46 persen responden menilai konflik tersebut justru akan membuat Amerika Serikat menjadi kurang aman dalam jangka panjang.
Baca Juga:
KY Buka Seleksi Hakim Agung 2026, WNI Terbaik Dipanggil Mendaftar
Hanya 26 persen yang percaya bahwa perang tersebut akan meningkatkan keamanan nasional.
Lonjakan harga energi menjadi salah satu dampak langsung yang paling dirasakan masyarakat akibat konflik tersebut.
Dilaporkan, harga rata-rata bensin di Amerika Serikat mencapai US$3,96 per galon.