Menurut Araghchi, tercapainya kesepakatan dengan Oman tidak otomatis membuat salah satu jalur pelayaran terpenting dunia tersebut kembali dibuka.
"Kesepakatan mungkin dicapai, tetapi pembukaan kembali selat bergantung pada kondisi lain yang disampaikan melalui perantara," katanya.
Baca Juga:
Rencana Gulingkan Pemerintah Iran Kandas, Kepala Mossad Pecat Dua Pejabat Senior
Araghchi juga menyebut Amerika Serikat tetap harus memenuhi sejumlah prasyarat yang diajukan Teheran apabila menginginkan Selat Hormuz kembali dibuka meskipun Iran nantinya berhasil mencapai kesepakatan dengan Oman.
Oman selama ini memainkan peran sebagai perantara utama dalam persoalan Selat Hormuz yang menjadi gerbang penting bagi sekitar seperlima pasokan energi dunia.
Sehari sebelumnya, Araghchi menyatakan Iran dan Oman yang sama-sama berada di sekitar jalur perairan tersebut telah mendekati kesepakatan mengenai mekanisme navigasi.
Baca Juga:
Trump Murka! Netanyahu Bongkar Isu Nuklir Iran ke Publik, Hubungan AS-Israel Memanas
Kesepakatan itu secara khusus membahas penentuan rute transit yang aman bagi kapal-kapal yang melintasi kawasan Selat Hormuz.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan gambaran berbeda mengenai perkembangan komunikasi dengan Teheran dalam wawancara bersama Axios pada Minggu (9/8/2026).
"Kami hanya setengah bernegosiasi dengan mereka," kata Trump.