Iran juga menuntut penarikan pasukan militer Amerika Serikat dari kawasan tersebut, pembayaran pampasan perang, serta pembebasan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran turut mendesak Washington menghentikan serangan terhadap sekutu regional Teheran serta segala bentuk ancaman terhadap Iran.
Baca Juga:
Rencana Gulingkan Pemerintah Iran Kandas, Kepala Mossad Pecat Dua Pejabat Senior
Berdasarkan kesepakatan sementara yang dicapai pada Juni 2026, jadwal pengakhiran sanksi dan rencana kompensasi akan menjadi bagian dari kesepakatan akhir bersama dengan penyelesaian persoalan aset Iran yang dibekukan.
Periode 60 hari yang telah disepakati untuk merundingkan kesepakatan akhir tersebut dijadwalkan berakhir dalam waktu kurang dari sepekan.
Di tengah tarik-menarik tuntutan tersebut, laporan media menyebut Iran dan Oman sedang merumuskan perjanjian untuk menentukan mekanisme rute transit melalui Selat Hormuz.
Baca Juga:
Trump Murka! Netanyahu Bongkar Isu Nuklir Iran ke Publik, Hubungan AS-Israel Memanas
Dalam skema yang sedang dibahas, lalu lintas kapal yang masuk nantinya akan diarahkan melewati perairan Iran, sedangkan lalu lintas keluar akan melalui wilayah perairan Oman.
Situasi menjadi semakin kompleks setelah media pemerintah Iran pada Kamis (6/8/2026) menerbitkan draf rencana yang berpotensi membatasi lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz.
Draf yang sedang ditinjau parlemen Iran tersebut disebut akan secara resmi melarang kapal-kapal Amerika Serikat dan Israel melintasi jalur perairan strategis itu.