WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketegangan global memuncak, Iran tiba-tiba membuka sinyal aman bagi kapal “non-hostile” di Selat Hormuz saat krisis energi dunia kian membayang pada Selasa (24/3/2026).
Di tengah anjloknya lalu lintas pelayaran, pernyataan ini menjadi sorotan karena Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi global.
Baca Juga:
Jebol! Dua Rudal Iran Tembus Pertahanan Israel, Sistem Canggih Dipertanyakan
“Kapal-kapal non-hostile dapat melintas dengan aman,” asalkan tidak terlibat atau mendukung tindakan agresi terhadap Iran serta mematuhi aturan keselamatan dan keamanan yang ditetapkan.
Dalam pernyataan resmi kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Iran menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Dilaporkan pada Kamis (26/3/2026), Iran juga meminta seluruh pelayaran dilakukan dengan koordinasi bersama otoritas di Teheran.
Baca Juga:
AS Tiba-tiba Ajukan 15 Poin ke Iran, Ada Tawaran Besar di Balik Gencatan Senjata
“Pelayaran harus dilakukan dengan koordinasi bersama otoritas terkait di Teheran,” sebagaimana sebelumnya juga telah disampaikan kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO).
Meski memberikan sinyal aman, Iran tidak merinci aturan teknis yang harus dipenuhi kapal untuk melintasi jalur tersebut.
Padahal, Selat Hormuz selama ini dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia sehingga setiap gangguan berdampak besar terhadap ekonomi global.