Salah satu insiden yang memperparah ketegangan adalah serangan terhadap kapal kargo Thailand Mayuree Naree yang terbakar di Selat Hormuz pada Selasa (11/3/2026).
Di sisi lain, Amerika Serikat dilaporkan mengajukan proposal perdamaian berisi 15 poin kepada Iran.
Baca Juga:
Kapolda Jambi Patroli Udara Pantau Titik Rawan Karhutla di Wilayah Provinsi Jambi
Proposal tersebut mencakup pembatasan program nuklir Iran serta pembukaan kembali akses Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan global.
Laporan menyebut proposal itu disampaikan melalui Pakistan sebagai mediator dalam upaya meredakan konflik.
“Penghentian pengayaan uranium di wilayah Iran menjadi salah satu poin utama,” bersama dengan permintaan penyerahan material uranium yang telah diperkaya.
Baca Juga:
Iran Ancam Beri ‘Pelajaran Tak Terlupakan’ usai Trump Tolak Proposal Perdamaian
Selain itu, Iran juga diminta membuka akses tanpa hambatan di Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis menuju Teluk.
Sebagai imbalannya, Iran disebut akan memperoleh pencabutan sanksi serta dukungan pengembangan energi nuklir sipil, termasuk di fasilitas Bushehr.
Namun demikian, Iran menilai proposal tersebut tidak realistis.