Presiden AS Donald Trump mengakui ancaman ranjau laut dan serangan proyektil Iran masih menjadi hambatan utama bagi kapal-kapal kargo bernilai miliaran dolar AS yang hendak melewati kawasan tersebut.
Di sisi lain, media lokal yang terafiliasi dengan IRGC mengungkap draf aturan ketat yang disebut sedang ditinjau Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Baca Juga:
Trump Murka! Netanyahu Bongkar Isu Nuklir Iran ke Publik, Hubungan AS-Israel Memanas
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohammad Bagher Zolghadr kemudian mengeluarkan pernyataan melalui media pemerintah mengenai sejumlah persyaratan untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Zolghadr menyerukan agar AS mencabut blokade angkatan laut dan sanksi terhadap Iran sebagai bagian dari tuntutan Teheran.
Iran juga menuntut penarikan pasukan militer AS dari kawasan di sekitar negaranya serta pembayaran ganti rugi akibat perang.
Baca Juga:
Dua Terpidana Kasus Demonstrasi Antipemerintah Dieksekusi Mati di Iran
Persyaratan lainnya mencakup pelepasan aset Iran yang dibekukan serta penghentian serangan terhadap sekutu Teheran di kawasan.
Iran juga meminta ancaman terhadap negaranya dihentikan sebagai bagian dari kesepakatan yang sedang dibicarakan.
Perundingan mengenai Selat Hormuz berlangsung ketika postur pertahanan AS dan sejumlah negara Teluk mengalami perubahan akibat eskalasi konflik di kawasan.