Serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di Kuwait, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab secara bertahap disebut telah memaksa Pentagon merelokasi sebagian aset tempurnya ke luar area jangkauan di Teluk Persia.
Direktur Program Timur Tengah di Defense Priorities Rosemary Kelanic menilai eskalasi perang telah secara efektif mempersempit ruang gerak kekuatan militer AS di kawasan tersebut.
Baca Juga:
Trump Murka! Netanyahu Bongkar Isu Nuklir Iran ke Publik, Hubungan AS-Israel Memanas
"Mereka telah secara efektif mengusir kita dari Teluk Persia dalam hal kekuatan militer yang dapat digunakan," terang Kelanic.
Penilaian itu menggambarkan perubahan situasi keamanan yang dihadapi Washington dan sekutu regionalnya setelah meningkatnya serangan Iran terhadap fasilitas militer di kawasan Teluk.
Sejumlah pejabat negara Teluk mengakui perjanjian yang sedang diusulkan berpotensi memberikan Teheran kendali yang jauh lebih besar atas Selat Hormuz.
Baca Juga:
Dua Terpidana Kasus Demonstrasi Antipemerintah Dieksekusi Mati di Iran
Para pejabat tersebut juga memandang pengaturan yang diusulkan dapat bersifat permanen dan mengubah keseimbangan kekuatan di jalur pelayaran strategis tersebut.
Meski demikian, opsi kesepakatan dengan Iran dipandang sebagai pilihan terbaik yang tersedia bagi sejumlah negara Teluk dalam kondisi saat ini.
Pertimbangannya, Garda Revolusi telah menunjukkan kesediaan untuk meningkatkan eskalasi sekaligus membuat konflik menjadi semakin mahal bagi sekutu-sekutu regional Washington.