Negara-negara Teluk juga mulai mempertimbangkan strategi untuk mengurangi ketergantungan terhadap Selat Hormuz apabila ketegangan kembali meningkat.
Salah satu rencana yang dipertimbangkan adalah memperluas jaringan pipa menuju Laut Merah dan Teluk Oman sehingga sebagian distribusi energi dapat menghindari Selat Hormuz.
Baca Juga:
Trump Murka! Netanyahu Bongkar Isu Nuklir Iran ke Publik, Hubungan AS-Israel Memanas
Negara-negara di kawasan tersebut juga mempertimbangkan peningkatan investasi dalam fasilitas penyimpanan minyak di luar negeri untuk memperkuat ketahanan pasokan.
Namun, sejumlah pejabat regional memperingatkan bahwa pembangunan jalur alternatif belum tentu mampu menghilangkan ancaman terhadap infrastruktur energi mereka.
Tanpa kesepakatan damai yang kredibel, pengalihan jalur melalui jaringan pipa dinilai tidak akan mencegah Garda Revolusi menargetkan fasilitas energi negara-negara di kawasan tersebut.
Baca Juga:
Dua Terpidana Kasus Demonstrasi Antipemerintah Dieksekusi Mati di Iran
Situasi itu membuat hasil perundingan mengenai Selat Hormuz tidak hanya menentukan masa depan salah satu jalur pelayaran terpenting dunia, tetapi juga berpotensi mengubah peta kekuatan militer dan keamanan energi di kawasan Teluk Persia.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.