WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mendidih setelah Iran melancarkan serangan balasan terhadap Israel.
Serangan tersebut bukan hanya menewaskan belasan warga Israel, tetapi juga menimbulkan konsekuensi besar terhadap jalur diplomatik yang selama ini dijaga rapuh oleh berbagai pihak, termasuk Amerika Serikat.
Baca Juga:
Ramai Negara NATO Tolak Bantu AS di Perang Iran
Di tengah suasana panas ini, analis dari Teheran menyatakan bahwa babak diplomasi tampaknya telah berakhir, setidaknya untuk sementara waktu.
Analis politik Iran, Hamidreza Gholamzadeh, menyebut bahwa pascaserangan Israel beberapa hari lalu, Teheran tidak lagi memandang diplomasi sebagai jalur damai yang efektif.
Kepada Al Jazeera, direktur lembaga pemikir DiploHouse ini menyampaikan bahwa upaya negosiasi dengan AS sebelumnya dimaksudkan untuk mencegah konflik dan membuka jalan bagi pencabutan sanksi.
Baca Juga:
Iran Minta AS-Israel Bertanggung Jawab atas Krisis Asia Barat dan Selat Hormuz
“Namun, hal itu tidak berjalan sesuai rencana,” ujar Gholamzadeh.
Ia menegaskan bahwa aliansi antara Amerika Serikat dan Israel telah merusak fondasi diplomasi. “Saya tidak yakin negosiasi tersebut dapat dilanjutkan, setidaknya dalam waktu dekat,” ujarnya.
“Dengan posisi yang diambil Amerika sejauh ini, terbukti bahwa negosiasi merupakan bagian dari strategi dengan Israel … mereka telah bekerja sama.”