Ekspor produk teknologi dari Israel meningkat empat kali lipat, dari $3 miliar AS pada tahun 1991 menjadi $12,3 miliar AS pada tahun 2000, dan kemudian melonjak menjadi $29 miliar AS pada tahun 2006.
Selain pertumbuhan domestik, Israel juga menerima banyak pendanaan untuk penelitian dan pengembangan teknologi dari berbagai negara, termasuk AS, Kanada, Italia, Austria, Perancis, Irlandia, Belanda, Spanyol, China, Turki, India, dan Jerman.
Baca Juga:
Israel Menolak Serahkan Masjid Ibrahimi, Tutup Semua Akses untuk Idulfitri
Banyaknya perusahaan teknologi besar di Israel telah memberikan kontribusi besar pada pemasukan Pemerintah Israel melalui pajak, devisa, dan penyerapan tenaga kerja.
Selain itu, Israel juga menerima royalti dari paten-paten yang diciptakan oleh perusahaan-perusahaan di negara tersebut.
Berdasarkan data Bank Dunia, pada tahun 2022, Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita Israel mencapai $54.660 AS atau sekitar Rp868,86 juta (dengan kurs Rp15.890).
Baca Juga:
Serangan Udara Israel di Gaza Makin Brutal, Korban Sipil dan Jurnalis Berjatuhan
Sebagai perbandingan, PDB per kapita Indonesia pada tahun yang sama adalah $4.332 AS atau sekitar Rp68,86 juta.
Israel juga memiliki PDB per kapita yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara Arab tetangganya, seperti Yordania ($4.103 AS), Lebanon ($4.136 AS), dan Mesir ($3.698 AS).
Selain itu, Israel juga melampaui negara-negara Arab di Teluk, yang kaya karena sumber daya minyak, seperti Kuwait ($24.300 AS), Qatar ($66.838 AS), Uni Emirat Arab ($44.315 AS), dan Arab Saudi ($23.185 AS).