WAHANANEWS.CO, Jakarta - Dua rudal balistik Iran yang berhasil menembus pertahanan udara Israel dan menghantam wilayah permukiman langsung mengguncang kepercayaan terhadap sistem pertahanan berlapis yang selama ini dianggap nyaris tak tertembus.
Keraguan itu mencuat setelah serangan pada Sabtu (21/3/2026) malam menghantam Dimona dan Arad, wilayah yang selama ini dikenal sebagai kawasan dengan perlindungan paling ketat di Israel.
Baca Juga:
Bikin BGN Murka Usai Joget di Dapur, Pria Ini Ternyata Kelola 7 Titik SPPG
Berada di Gurun Negev selatan, Dimona menjadi lokasi vital karena berdekatan dengan fasilitas penelitian nuklir utama Israel yang hanya berjarak sekitar delapan mil.
Kegagalan pencegatan ini sekaligus memicu kekhawatiran baru bahwa stok rudal pertahanan Israel mulai mengalami tekanan atau bahkan menipis.
Sedang diselidiki penyebab kegagalan tersebut oleh militer Israel, demikian disampaikan para pejabat yang memilih tidak membuka detail teknisnya.
Baca Juga:
Rudal Iran Hantam Dekat Tel Aviv, Belasan Warga Terluka
Meski tingkat keberhasilan pencegatan diklaim mencapai lebih dari 90 persen, para analis menilai tidak ada sistem pertahanan udara yang benar-benar mampu memberikan perlindungan total.
"Dimona dilindungi sistem berlapis buatan Israel dan AS, tetapi tidak ada yang sempurna," ujar Ran Kochav, brigadir jenderal cadangan dan mantan komandan pertahanan udara Israel.
Saat meninjau lokasi terdampak pada Minggu (22/3/2026), Perdana Menteri Benjamin Netanyahu meminta warga tetap disiplin mengikuti peringatan dini dan segera mencari perlindungan.