Tidak digunakan untuk mencegat rudal yang menghantam Arad dan Dimona, demikian dilaporkan media Israel terkait sistem Arrow 3.
Menjelang akhir konflik 12 hari pada Juni lalu, sejumlah pejabat keamanan Israel telah lebih dulu mengkhawatirkan ketersediaan rudal pencegat di tengah intensitas serangan Iran.
Baca Juga:
DJP Ingatkan Marketplace, Seller di Bawah Rp 500 Juta Setahun Tak Boleh Dipajaki
Israel pun dipaksa mengatur prioritas penggunaan sistem pertahanannya dengan fokus pada wilayah padat penduduk dan infrastruktur vital.
Dilancarkan gelombang ke-41 serangan rudal oleh Garda Revolusi Iran pada Kamis (12/3/2026) yang menargetkan aset Israel dan AS di kawasan Timur Tengah, tekanan terhadap sistem pertahanan semakin meningkat.
Membantah kabar kehabisan rudal pencegat, pihak militer Israel menyatakan mereka masih memantau situasi dan siap menghadapi konflik berkepanjangan.
Baca Juga:
Ketua BEM FH UBK Minta Maaf Usai Akui Terima Uang Rp 20 Juta Sebelum Demo
Namun demikian, semakin lama konflik berlangsung, semakin besar pula tekanan terhadap cadangan dan kesiapan militer.
Melakukan perjalanan ke Washington untuk meminta tambahan rudal pencegat, Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan Israel Amir Baram berupaya memperkuat stok pertahanan.
Belum diketahui apakah permintaan tersebut telah disetujui oleh pemerintah Amerika Serikat.