“Ayesha dan saudara perempuannya tumbuh dalam lingkungan yang cukup sulit untuk bertahan hidup jika tidak memiliki pelindung laki-laki,” kata Bina Shah, penulis A Season for Martyrs, yang pernah menulis profil Farooq.
Ketidakhadiran sang ayah justru membuat Ayesha terdorong untuk menjadi pelindung bagi keluarganya.
Baca Juga:
Pemalsuan Paspor, Imigrasi Jakpus Tangkap WN Pakistan
Ia memutuskan untuk mendaftar di akademi angkatan udara dan menekuni pelatihan keras untuk menjadi pilot tempur.
Meski awalnya sang ibu keberatan, dukungan penuh akhirnya datang. Namun, penolakan justru datang dari keluarga besar.
“Tapi Ayesha berhasil meyakinkan mereka dengan tekadnya,” ujar Shah.
Baca Juga:
Bertemu Importir Produk Indonesia di Karachi, Wamendag Roro Bahas Jalur Pengiriman Produk Indonesia ke Pakistan
Kini, keluarga besarnya justru datang kepadanya, meminta saran bagaimana anak perempuan mereka bisa mengikuti jejaknya.
5. Setara dengan Rekan Pria
Di lingkungan kerja, Ayesha kini diperlakukan sama seperti perwira pria lainnya.