Ketika wartawan bertanya kepada rekan-rekannya soal “rekan kerja perempuan”, respons mereka mengejutkan.
“Mereka bertanya, ‘Nyonya? Siapa nona?’” tutur Shah.
Baca Juga:
Pemerintah RI “Diam-diam” Incar 40 Jet Tempur Buatan Kekuatan Nuklir Muslim
“Mereka tidak menganggapnya sebagai seorang nona, dia hanya seorang perwira seperti mereka.”
Menurut Shah, para perwira pria tahu bahwa semua berada di sana karena kemampuan, bukan karena kuota.
“Dia lulus semua ujian, dia mendapat nilai sangat tinggi. Dia selalu menjadi yang teratas di kelasnya,” ujar Shah.
Baca Juga:
Wamendag Roro Dorong Kerja Sama Pemberdayaan Perempuan di Bidang Kewirausahaan
6. Simbol Harapan di Negara Patriarkis
Meski kisah Farooq adalah cerminan sukses perempuan di angkatan bersenjata, Pakistan tetap menghadapi tantangan besar dalam kesetaraan gender.
“Kami pernah memiliki kepala negara perempuan, namun perempuan masih didiskriminasi secara hukum dan tidak dilindungi sepenuhnya,” ujar Shah. Meski begitu, ia tetap optimistis.