Penutupan terbaru ini kembali memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi dunia.
Eskalasi tersebut juga berdampak langsung pada kelanjutan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran di Swiss.
Baca Juga:
Aset Tembus Rp189 Triliun, Hutama Karya Bertahan 3 Tahun di Fortune Southeast Asia 500
Pembicaraan yang semula dijadwalkan berlangsung pada Jumat (19/6/2026) akhirnya ditunda tanpa batas waktu.
Penundaan itu terjadi setelah Israel melancarkan serangkaian serangan mematikan usai empat tentaranya tewas dalam pertempuran.
Sebelum ketegangan kembali pecah pada Sabtu (20/6/2026), pejabat Amerika Serikat sempat mengumumkan kesepakatan gencatan senjata baru antara Israel dan Hizbullah pada Jumat sore.
Baca Juga:
Jokowi: Masuk PSI Harus Lewat Mekanisme Partai, Saya Jadi Motivator
Kesepakatan tersebut dimediasi oleh Amerika Serikat dan Qatar.
Duta Besar Israel untuk Washington juga sempat menyatakan bahwa Israel akan menghormati gencatan senjata apabila Hizbullah melakukan hal yang sama.
Namun, situasi di lapangan berubah drastis keesokan harinya.