WAHANANEWS.CO, Jakarta - Selat Hormuz kembali memanas dan dunia kini menghadapi ancaman baru di jalur energi paling vital setelah Iran menutup lagi akses pelayaran pada Sabtu (20/6/2026).
Iran mengambil langkah tersebut setelah Israel melancarkan serangan udara ke Lebanon selatan.
Baca Juga:
Aset Tembus Rp189 Triliun, Hutama Karya Bertahan 3 Tahun di Fortune Southeast Asia 500
Teheran menilai serangan itu sebagai pelanggaran nyata terhadap kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di kawasan tersebut.
“Selat Hormuz akan ditutup untuk lalu lintas kapal,” demikian pernyataan komando militer pusat Iran, dikutip dari AFP.
Dalam pernyataan itu, Iran menyebut penutupan Selat Hormuz dilakukan karena adanya pelanggaran kontrak oleh Amerika Serikat serta pelanggaran gencatan senjata yang terus berlangsung oleh Israel di Lebanon selatan.
Baca Juga:
Jokowi: Masuk PSI Harus Lewat Mekanisme Partai, Saya Jadi Motivator
Keputusan Iran ini langsung menjadi sorotan karena Selat Hormuz merupakan jalur krusial bagi pengiriman minyak dan gas dunia.
Selat tersebut sebelumnya sempat dibuka kembali dalam beberapa hari terakhir setelah Teheran mencapai kesepakatan awal dengan Washington.
Sebelum dibuka kembali, blokade Iran di Selat Hormuz selama perang sempat mengguncang pasar energi global.