"Jangan lengah, jangan acuh," katanya.
Sejumlah pejabat Israel turut meninjau lokasi terdampak, termasuk Menteri Keuangan Bezalel Smotrich yang memastikan bantuan bagi warga akan dipercepat dengan memangkas hambatan birokrasi.
Baca Juga:
Warga Palestina di Israel Mengaku Dilarang Berbicara Bahasa Arab di Tempat Kerja
"Tidak ada keluarga yang rumahnya rusak akan dibiarkan tanpa bantuan," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Gideon Sa'ar menilai serangan tersebut sebagai kejahatan perang dengan menuding Iran secara sengaja menyasar warga sipil.
Menegaskan sikap militer, Menteri Pertahanan Israel Katz menyatakan negaranya akan terus melancarkan serangan balasan selama ancaman dari Iran masih berlangsung.
Baca Juga:
Gaza Kembali Digempur Militer Israel, Dua Pejabat Tinggi Pertahanan Hamas Tewas
"Perang tidak ditentukan oleh kalender Yahudi," ujarnya.
Di sisi lain, Presiden Israel Isaac Herzog menyampaikan optimisme bahwa konflik dapat segera berakhir, meski mengakui proses tersebut tidak akan terjadi secara instan.
Kritik muncul dari kubu oposisi, di mana Yair Golan menuduh Netanyahu memanfaatkan situasi perang untuk kepentingan politik pribadi, termasuk menunda pelaksanaan pemilu.