Segera saja, pernyataan Duterte ini
menjadi salah satu topik populer di timeline
Twitter dunia.
"CSO
FEU tidak memiliki rasa apa-apa selain rasa jijik murni atas pernyataan
Presiden Duterte untuk "Bunuh mereka
semua. Lupakan tentang hak asasi manusia. Itu perintah saya"," tulis Organisasi Mahasiswa Pusat
FEU dalam sebuah postingan mereka.
Baca Juga:
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Positif COVID-19
Ada juga netizen yang mempertanyakan
sikap kontroversi Duterte yang ketika dia berbicara di hadapan PBB beberapa
bulan lalu, menyatakan bahwa dia dan pemerintahnya menghormati dan menjunjung
tinggi hak asasi manusia.
"Sekarang,
dia memamerkan jati dirinya: "Bunuh mereka. Habisi mereka. Jangan
pedulikan hak asasi manusia." Duplikat pria itu mengejutkan!" cuit
Leila de Lima, aktivis sosial Filipina.
Sementara itu, newsinfo.inquirer.net melaporkan lebih rinci pernyataan Presiden
Rodrigo Duterte dalam pertemuan pada Jumat (5/3/2021).
Baca Juga:
Jokowi Sambut Kunjungan Kenegaraan Presiden Filipina di Istana Bogor
Pertemuan yang berlangsung di Kota
Cagayan de Oro itu diikuti unsur pemerintah yang terlibat dalam Satuan Tugas
Nasional untuk Mengakhiri Konflik Bersenjata Komunis Lokal (NTF-Eclac).
Dalam pertemuan itu, Presiden Rodrigo
Duterte bersumpah dia tidak mencuri dana pemerintah.
Tapi dia mengakui memiliki banyak
kesalahan, salah satunya adalah pembunuhan di luar hukum.